MAULID Nabi Muhammad S.A.W. Ya Nabi Salam Alaik!

Makam Nabi Muhammad Saw di kompleks Masjid Nabawi, Madinah
Makam Nabi Muhammad Saw di kompleks Masjid Nabawi, Madinah 

MAULID Nabi Muhammad saw setiap tahun diperingati umat Islam di dunia, tak terkecuali di Aceh. Momentum ini, menjadi gerakan berbagi dan bulannya warga bersedekah, merajut shilaturrahmi sesama warga.

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, gampong-gampong menjadi ramai, aroma kuah beulangong mulai terasa dari rumah ke rumah, bahkan hingga tiga bulan ke depan peringatan maulid tidak berhenti di Aceh. Semangat itu terus mengalir dari satu gampong ke gampong lain, nyaris tidak henti setiap hari ada saja yang membuat acara kenduri maulid hingga maulid akhir nanti.

Lebih dari itu, sebenarnya maulid menjadi wahana untuk membumikan semangat kehidupan Nabi Muhammad saw dalam keseharian kita. Maulid tidak sekadar peringatan lalu kenduri, maulid tidak berhenti di kuah beulangong atau bacaan barzanji dan hikayat nabi. Maulid sejatinya menjadi syiar tegakknya akhlak manusia sebagaimana Nabi contohkan.

Uswatun hasanah atau teladan yang baik itu ada pada baginda Nabi Muhammad saw, tak salah jika Allah Swt memerintahkan kita kaum muslimin agar terus membacakan Shalawat atas baginda Rasulallah Saw. Allahumma Shalli ‘Ala Muhammad Wa ali Muhammad!

Bukan hanya dalam shalat seorang muslim mengucapkan shalawat untuk Rasulullah. Akan tetapi, setiap kali mendengar nama Muhammad Saw disebutkan, seorang muslim selalu menyahut dengan doa shalawat: Shallallahu alaihi wasalam (semoga Allah melimpahkan kesejahtraan dan keselamatan kepadanya).

Kita di Aceh, sudah sangat populer diperdengarkan alunan shalawat dalam beragam bentuk. Kita sering mendengar gubahan shalawat; Ya, Nabi salamun alaik, ya Rasul salamun alaik. Ya, habibi salamun alaik, shalawatullahi alaik (Wahai Nabi, semoga kesejahtraan tetap melimpah kepadamu. Wahai Rasul, semoga kesejahtraan tetap melimpah kepadamu. Wahai kekasih, semoga kesejahteraan tetap melimpah kepadamu. Rahmat Allah, semoga tetap tercurah kepadamu).

Muhammad Saw berhasil mengembankan misi kerasululannya, membangun tamaddun Islamiah, menerangi dunia dengan akhlakul karimah, berdakwah dengan santun, berkasih sayang sesama muslim, dan tegas terhadap kafir. Rasullallah Saw berhasil karena kearifan berdakwah, lemah lembut dan damai. Kepada kawan dan lawan ia membumikan pesan Alquran, “Bil hikmah wal mauidhatil hasanah.”

Semoga momentum Maulid Nabi ini mengingatkan kaum muslimin terutama di Aceh, bahwa teladan hidup itu ada pada baginda Rasulallah Saw. Mencontohi perilaku hidup Nabi merupakan jalan kebahagiaan paripurna sebab berkat Nabi Muhammad Saw lah kita menjadi tahu jalan kembali yang sebenar kepada Allah Swt.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2016/12/13/ya-nabi-salam-alaik

Subscribe to receive free email updates: